Tips Sehat

Bakteri TBC Dan Penanggulangannya

Bakteri TBC Dan Penanggulangannya

Bakteri TBC Dan Penanggulangannya – Tuber Colocic adalah penyakit menular yang merenggut nyawa orang paling banyak di seluruh dunia. Menurut penelitian dari WHO , rata rata setiap detik nya satu orang terjangkit TBC. Dengan terdeteksinya 330.729 kasus, indonesia menjadi negara nomor 2 terbanyak dengan kasus pasien TBC. TB adalah bakteri penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

TB menular melalui percikan air liur saat manusia batuk, dan orang yang kemungkinan terjangkit TB adalah orang yang tdak kuat sistim imun nya, sperti misalnya dengan HIV atau AIDS, penderita kanker, diabetes, ginjal, dan penyakit autoimun lainnya Menurut data milik Kemenkes RI dalam Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, untuk satu kali batuk seseorang biasanya bisa menghasilkan sekitar 3.000 percikan air liur. Kuman penyebab TB umumnya dapat bertahan hidup di udara bebas selama satu sampai dua jam, tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan ventilas.

Gejala penyakit TB
Demam yang tidak terlalu tinggi, hilang timbul, sehingga pasien merasa tidak pernah bebas dari perasaan demam. Curigai infeksi TB apabila demam lebih dari 3 minggu dan tidak jelas penyebabnya.
Batuk/batuk darah, batuk berdahak yang pada kasus tertentu dapat disertai dengan darah.
Sesak napas.
Nyeri dada.
Nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat di malam hari meski tidak kegerahan, nyeri otot.

Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah segera memeriksakan ke rumahsakit terdekat. pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan radiologi,
Tes tuberkulin.

Dengan positif nya penyakit TBC maka Pengobatan TB menggunakan kombinasi antibiotik yang terdiri dari 2 fase dan biasanya berlangsung selama 6-9 bulan. Evaluasi pengobatan TB terdiri atas evaluasi klinik, bakteriologik, radiologik, dan efek samping obat, serta evaluasi keteraturan berobat.

Pasien dinyatakan sembuh tidaknya dari TB di akhir masa pengobatan oleh dokter yang menangani. Setelah dinyatakan sembuh pasien tetap dievaluasi untuk kekambuhannya selama minimal 2 tahun. Demikian ulasan pendek dari saya, semoga  bermanfaat untuk pembaca dan semoga bermanffat bagi anda.

Semoga setelah artikel dan berita ini tersebar, maka Indonesia menjadi lebih sadar lagi soal pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan bersih.

Baca Juga : Pelembab Bibir Alami

Similar Posts