Dampak Negatif Jika Terlalu Sering Onani

Dampak Buruk Jika Sering Melakukan Onani

Mendapatkan kepuasan seksual merupakan hal yang didambakan banyak orang. Banyak orang yang mencari kepuasan seks namun tanpa tanpa hubungan seks secara langsung atau yang sering disebut onani. Namun semua ini masih terbilang normal karena semua orang tak pria maupun wanita semua pasti memiliki nafus untuk melakukan hubungan seks.

Namun melalui penelitian, onani dianggap suatu hal yang kurang sehat dan dapat berdampak buruk terhadap untuk kesehatan. Umumnya damapak buruk dari onani ini dapat nampak dari fiskk maupun non fisik. Aktivitas onani terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat termasuk serotonin, asetilkolin dan dopamin.

Walau dampak onani kepada semua orang berbeda, yang sering dialami banyak orang adalah gangguan kesehatan seperti kelelahan nyeri panggul, hingga testis sakit. Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan.

Berikut beberapa dampak negatif jika kira melakukan onani terlalu sering dan sudah menjadikannya sebagai rutinitas sehari – hari.

Iritasi kulit

Meski onani adalah aktivitas seksual paling aman dari penyakit menular seksual, cedera bisa muncul dalam bentuk iritasi kulit jika Anda melakukan onani terlalu sering dan kasar. Risiko yang lebih berbahaya, onani dapat menyebabkan terjadinya fraktur penis yang disebabkan oleh adanya paksaan membengkokkan penis saat ereksi.

Namun demikian, kecil kemungkinan Anda mengalami cedera atau sakit akibat onani. Sebagian pria khawatir penis akan cedera karena gesekan yang terlalu kencang. Namun kondisi ini sangat jarang terjadi, kecuali penis yang sedang ereksi dibengkokkan oleh orang lain.

Menimbulkan linu

Bahaya onani terlalu sering dapat menyebabkan penis terasa linu. Seorang pria yang melakukan onani terus-menerus dapat mengalami pembengkakan pada penis yang disebut edema akibat dari penumpukan cairan. Pembengkakan ini umumnya akan mereda dalam 1-2 hari.

Memicu prostat

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria muda yang sering melakukan onani memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun sebaliknya, pada pria lebih tua, aktivitas onani justru dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Walau demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Gangguan masturbasi kompulsif

Terlalu sering melakukan onani dapat membuat seseorang menjadi kecanduan dan mengalami gangguan masturbasi kompulsif. Seseorang yang mengalami gangguan masturbasi kompulsif akan memilih untuk melakukan onani secara terus-menerus.

Mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah dan menyaksikan hal-hal berbau porno untuk menyalurkan perilaku kompulsif mereka. Mereka yang telah kecanduan parah bahkan tidak bisa mengendalikan diri dalam melakukan masturbasi meskipun berada di tempat umum.

Sulit mendapatkan klimaks

Terlalu sering merangsang diri dengan cara yang berbeda dari cara pasangan mensimulasikan seks bisa membuat Anda mengalami gangguan ejakulasi. Akibatnya, Anda menjadi sulit mencapai klimaks saat berhubungan dengan pasangan.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.